Contoh Soal Tes Logika Aritmatika Angka Hilang dan Cara Menghitung Cepat

Soal logika aritmatika angka hilang sering terlihat sederhana karena hanya berisi deretan angka. Namun, tantangan sebenarnya bukan sekadar melakukan perhitungan, melainkan menemukan pola yang digunakan dalam waktu singkat. Pola tersebut bisa berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, selisih bertingkat, hingga kombinasi beberapa operasi.

Karena itu, kemampuan mengenali pola jauh lebih penting daripada mencoba menghitung secara acak. Semakin terbiasa melihat hubungan antarangka, semakin cepat pula Anda menentukan angka yang tepat untuk mengisi bagian yang kosong.

Mengenal Tes Logika Aritmatika Angka Hilang

Tes logika aritmatika angka hilang merupakan bentuk soal numerik yang meminta peserta menemukan angka yang tidak ditampilkan dalam suatu pola atau deret. Peserta perlu mengamati hubungan antarangka, kemudian menentukan aturan yang berlaku secara konsisten.

Kemampuan yang biasanya diuji meliputi:

  • ketelitian membaca pola angka;
  • kemampuan berhitung dasar;
  • penalaran numerik;
  • kemampuan menemukan hubungan antarangka;
  • kecepatan mengambil keputusan.

Soal seperti ini cukup sering dijumpai dalam psikotes kerja, tes kemampuan numerik, asesmen logika, seleksi perusahaan, tes management trainee, hingga berbagai latihan seleksi TNI, Polri, dan tes masuk tertentu. Bentuk soalnya bisa sederhana, tetapi bisa juga dibuat cukup rumit dengan pola gabungan atau selang-seling.

Beberapa pola yang umum digunakan antara lain:

  • Penjumlahan atau pengurangan tetap, misalnya +4, +4, +4.
  • Perkalian atau pembagian, misalnya ×2 atau ÷3.
  • Selisih bertingkat, misalnya +2, +4, +6, +8.
  • Pola kuadrat atau pangkat, seperti 1, 4, 9, 16, 25.
  • Pola ganjil-genap, yaitu dua deret berbeda yang disusun berselang-seling.
  • Pola gabungan, misalnya ×2 lalu +3 secara berulang.
  • Angka hilang di tengah deret, yang menuntut pengecekan pola dari dua arah.

Berbeda dengan soal aritmatika biasa, soal angka hilang tidak selalu memberi petunjuk operasi yang harus digunakan. Peserta harus menemukan sendiri pola yang paling logis dan memastikan pola tersebut berlaku pada seluruh angka dalam deret.

Contoh Soal Tes Logika Aritmatika Angka Hilang

Berikut contoh soal logika aritmatika angka hilang dengan pola yang dibuat bervariasi, mulai dari selisih, perkalian, pola bertingkat, hingga pola selang-seling.

Soal 1

4, 9, 14, 19, …, 29

A. 21
B. 22
C. 23
D. 24
E. 25

Jawaban: D. 24
Pembahasan: Polanya bertambah 5 secara tetap: 4 → 9 → 14 → 19 → 24 → 29.

Soal 2

3, 6, 12, 24, …, 96

A. 36
B. 42
C. 48
D. 54
E. 60

Jawaban: C. 48
Pembahasan: Setiap angka dikalikan 2: 3 → 6 → 12 → 24 → 48 → 96.

Soal 3

2, 5, 10, 17, 26, …

A. 33
B. 35
C. 37
D. 39
E. 41

Jawaban: C. 37
Pembahasan: Selisihnya +3, +5, +7, +9, sehingga berikutnya +11. Jadi 26 + 11 = 37.

Soal 4

81, 27, 9, …, 1

A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6

Jawaban: B. 3
Pembahasan: Polanya dibagi 3: 81 → 27 → 9 → 3 → 1.

Soal 5

5, 8, 16, 19, 38, …, 82

A. 39
B. 40
C. 41
D. 42
E. 43

Jawaban: C. 41
Pembahasan: Polanya bergantian +3 lalu ×2. Jadi 38 + 3 = 41, lalu 41 × 2 = 82.

Soal 6

7, 10, 16, 25, 37, …

A. 49
B. 50
C. 51
D. 52
E. 53

Jawaban: D. 52
Pembahasan: Selisihnya +3, +6, +9, +12, sehingga berikutnya +15. Jadi 37 + 15 = 52.

Soal 7

2, 10, 4, 20, 8, 40, …, 80

A. 12
B. 14
C. 16
D. 18
E. 20

Jawaban: C. 16
Pembahasan: Posisi ganjil membentuk 2, 4, 8, 16. Posisi genap membentuk 10, 20, 40, 80.

Soal 8

1, 4, 9, 16, …, 36

A. 20
B. 24
C. 25
D. 27
E. 30

Jawaban: C. 25
Pembahasan: Polanya merupakan bilangan kuadrat: 1², 2², 3², 4², 5², 6².

Soal 9

100, 95, 85, 70, …, 25

A. 45
B. 50
C. 52
D. 55
E. 60

Jawaban: B. 50
Pembahasan: Pengurangannya bertambah 5: −5, −10, −15, −20, −25. Jadi 70 − 20 = 50, lalu 50 − 25 = 25.

Soal 10

6, 13, 27, 55, …, 223

A. 109
B. 110
C. 111
D. 112
E. 113

Jawaban: C. 111
Pembahasan: Polanya ×2 +1. Jadi 55 × 2 + 1 = 111, lalu 111 × 2 + 1 = 223.

Soal 11

4, 12, 36, 108, …, 972

A. 216
B. 288
C. 324
D. 360
E. 432

Jawaban: C. 324
Pembahasan: Polanya dikali 3: 4 → 12 → 36 → 108 → 324 → 972.

Soal 12

14, 19, 29, 44, 64, …

A. 84
B. 87
C. 89
D. 91
E. 94

Jawaban: C. 89
Pembahasan: Selisihnya +5, +10, +15, +20, sehingga berikutnya +25. Jadi 64 + 25 = 89.

Soal 13

96, 48, 24, 12, …, 3

A. 4
B. 5
C. 6
D. 7
E. 8

Jawaban: C. 6
Pembahasan: Setiap angka dibagi 2: 96 → 48 → 24 → 12 → 6 → 3.

Soal 14

3, 7, 15, 31, …, 127

A. 47
B. 55
C. 61
D. 63
E. 65

Jawaban: D. 63
Pembahasan: Polanya ×2 +1. Jadi 31 × 2 + 1 = 63.

Soal 15

9, 14, 28, 33, 66, …, 142

A. 69
B. 70
C. 71
D. 72
E. 73

Jawaban: C. 71
Pembahasan: Polanya bergantian +5 lalu ×2. Jadi 66 + 5 = 71, lalu 71 × 2 = 142.

Soal 16

2, 6, 12, 20, 30, …

A. 40
B. 42
C. 44
D. 46
E. 48

Jawaban: B. 42
Pembahasan: Selisihnya +4, +6, +8, +10, sehingga berikutnya +12. Jadi 30 + 12 = 42.

Soal 17

5, 15, 7, 21, 9, 27, …, 33

A. 10
B. 11
C. 12
D. 13
E. 14

Jawaban: B. 11
Pembahasan: Posisi ganjil membentuk 5, 7, 9, 11. Posisi genap membentuk 15, 21, 27, 33.

Soal 18

49, 36, 25, 16, …, 4

A. 6
B. 7
C. 8
D. 9
E. 10

Jawaban: D. 9
Pembahasan: Polanya bilangan kuadrat menurun: 7², 6², 5², 4², 3², 2².

Soal 19

150, 144, 132, 114, …, 60

A. 84
B. 88
C. 90
D. 92
E. 96

Jawaban: C. 90
Pembahasan: Pengurangannya bertambah 6: −6, −12, −18, −24, −30. Jadi 114 − 24 = 90, lalu 90 − 30 = 60.

Soal 20

2, 5, 11, 23, …, 95

A. 43
B. 45
C. 47
D. 49
E. 51

Jawaban: C. 47
Pembahasan: Polanya ×2 +1. Jadi 23 × 2 + 1 = 47, lalu 47 × 2 + 1 = 95.

Cara Cepat Menghitung Soal Tes Logika Aritmatika Angka Hilang

Soal angka hilang akan lebih cepat dikerjakan jika Anda memiliki urutan pengecekan pola. Jangan langsung mencoba operasi yang rumit. Mulailah dari pola paling sederhana, kemudian lanjutkan ke kemungkinan lain jika belum menemukan hubungan yang konsisten.

1. Cek Selisih Antarangka Terlebih Dahulu

Langkah pertama adalah menghitung selisih antara satu angka dengan angka berikutnya. Jika selisihnya tetap, berarti polanya kemungkinan hanya penjumlahan atau pengurangan biasa.

Contoh:

8, 13, 18, 23, …

Selisih setiap angka adalah +5, sehingga angka berikutnya adalah 28.

Jika selisihnya tidak tetap, cek apakah selisih tersebut membentuk pola lain, misalnya +2, +4, +6, +8.

2. Cek Perkalian atau Pembagian

Jika angka berubah dengan cepat, kemungkinan polanya menggunakan perkalian atau pembagian.

Contoh:

4, 12, 36, 108, …

Setiap angka dikalikan 3. Jadi angka selanjutnya adalah 324.

Cara ini lebih cepat daripada mencoba menghitung selisih satu per satu ketika angka sudah meningkat cukup besar.

3. Periksa Pola Selang-Seling

Beberapa soal sebenarnya terdiri dari dua pola yang disusun bergantian.

Contoh:

2, 10, 4, 20, 8, 40, …

Pisahkan menjadi:

  • Posisi ganjil: 2, 4, 8, …
  • Posisi genap: 10, 20, 40, …

Keduanya memiliki pola ×2. Dengan cara ini, angka yang tampak acak menjadi lebih mudah dibaca.

4. Cari Pola pada Selisih Kedua

Jika selisih antarangka tidak sama, jangan langsung menganggap polanya rumit. Periksa apakah selisih tersebut meningkat secara teratur.

Contoh:

5, 8, 14, 23, 35, …

Selisihnya:

+3, +6, +9, +12

Berarti selisih berikutnya adalah +15. Jadi angka selanjutnya adalah 50.

Teknik ini cukup sering muncul pada soal dengan pola bertingkat.

5. Kenali Bilangan Khusus

Beberapa deret dibentuk dari bilangan yang memiliki karakteristik tertentu, seperti bilangan kuadrat, kubik, atau bilangan prima.

Contoh:

1, 4, 9, 16, 25, …

Deret tersebut adalah:

1², 2², 3², 4², 5²

Dengan mengenali pola bilangan khusus, Anda tidak perlu menghitung hubungan antarangka secara panjang.

6. Cek Pola Gabungan

Jika pola sederhana belum berhasil, periksa kemungkinan kombinasi dua operasi.

Contoh:

3, 7, 15, 31, …

Polanya:

×2 +1

3 × 2 + 1 = 7
7 × 2 + 1 = 15
15 × 2 + 1 = 31

Dengan pola yang sama, angka berikutnya adalah 63.

7. Gunakan Angka Sebelum dan Sesudah Bagian Kosong

Jika angka yang hilang berada di tengah, jangan hanya menghitung dari sebelah kiri. Gunakan juga angka di sebelah kanan untuk memastikan jawabannya konsisten.

Contoh:

6, 12, …, 48, 96

Dari kiri terlihat pola ×2:

6 → 12 → 24

Dari kanan juga sesuai:

24 → 48 → 96

Jadi angka yang hilang adalah 24.

8. Jangan Terlalu Lama pada Satu Pola

Dalam tes dengan batas waktu, terlalu lama mencoba berbagai rumus justru dapat menghabiskan waktu. Gunakan urutan sederhana:

  1. Cek + atau −
  2. Cek × atau ÷
  3. Cek selisih bertingkat
  4. Cek pola ganjil-genap
  5. Cek bilangan khusus
  6. Baru cek kombinasi operasi

Jika belum ditemukan setelah beberapa percobaan, lanjutkan ke soal berikutnya lalu kembali lagi jika waktu masih tersedia.

9. Uji Pola pada Seluruh Deret

Jangan langsung memilih jawaban hanya karena suatu pola cocok pada dua atau tiga angka pertama. Pola yang benar harus dapat menjelaskan seluruh deret secara konsisten.

Sebagai contoh, jika Anda menemukan pola ×2 +1, pastikan operasi tersebut juga cocok pada angka setelah bagian yang hilang. Cara ini membantu menghindari jawaban yang tampak benar di awal tetapi tidak sesuai dengan keseluruhan urutan.

10. Latih Pengenalan Pola, Bukan Hanya Kecepatan Berhitung

Kecepatan mengerjakan soal angka hilang lebih banyak berasal dari pengalaman mengenali pola. Semakin sering Anda berlatih dengan variasi deret, semakin cepat Anda menyadari apakah soal menggunakan selisih, perkalian, pola bergantian, atau kombinasi operasi.

Karena itu, saat berlatih jangan hanya mencatat jawaban benar. Perhatikan juga jenis pola yang digunakan pada setiap soal agar Anda memiliki lebih banyak referensi ketika menghadapi pola serupa.

Tes logika aritmatika angka hilang pada dasarnya menguji kemampuan Anda menemukan pola secara cepat dan konsisten. Kuncinya bukan menghafal rumus sebanyak mungkin, tetapi membiasakan diri mengenali pola penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, selisih bertingkat, pola selang-seling, hingga kombinasi operasi.

Semakin sering berlatih dengan variasi soal, semakin cepat pula Anda menemukan hubungan antarangka saat tes berlangsung. Gunakan langkah pengecekan dari pola paling sederhana terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke pola yang lebih kompleks agar waktu pengerjaan tetap efisien.

Facebook
X
WhatsApp
Telegram